Nekeran/Gundu/Kelereng

September 11, 2025

DAPOBUD-OPK: Permainan Tradisional,

Bisa dimainkan secara sederhana, misal hanya dengan 1 buah kelereng (gacoan) per pemain. Pemain saling mengincar kelereng lawan secara bergantian, barangsiapa yang berhasil mengenai kelereng milik lawan pada saat gilirannya, dialah yang menang hingga ditemukan satu pemenang. Kelereng dimainkan/diarahkan dengan cara menyelentik.

Jika ingin bermain dengan banyak kelereng juga bisa. Masing-masing pemain memilih satu kelereng yang dimainkannya (gacoan). Kelereng lain yang disepakati jumlahnya, ditaruh di dalam lingkaran/segitiga/bentuk lain yang digambar di atas tanah. Barangsiapa yang berhasil menyelentik kelereng gacoannya dan mengenai kelereng di dalam lingkaran tadi, lalu berhasil mengeluarkannya bersama kelereng gacoannya, maka ia berhak mendapatkan kelereng yang ikut dikeluarkan tadi. Akan tetapi, jika kelereng gacoannya malah tertinggal dalam lingkaran, maka ia dianggap gugur dan harus mengembalikan semua kelereng yang sudah didapatnya dari lingkaran tadi. Pemain juga boleh saling menyerang, barangsiapa yang mengenai lawan berhak mendapatkan kelereng yang sudah didapatnya juga dari dalam lingkaran (jika sudah dapat) dan yang terkena dianggap gugur.

Kelereng dikenal di berbagai daerah dengan berbagai sebutan antara lain gundu, keneker, kelici, guli. Bentuknya bola kecil dibuat menggunakan bahan utama tanah liat, marmer maupun kaca dan digunakan anak-anak untuk bermain. Ukuran kelereng beragam, tetapi umumnya 1/2 inci atau 1,25 cm dari ujung ke ujung. Permainan ini tidak membutuhkan peralatan khusus yang digunakan untuk memainkannya. Pemain hanya memerlukan lapangan kosong yang digunakan sebagai arena kelereng dan kapur atau tongkat untuk membuat garis permainan. Selanjutnya permainan siap untuk dimainkan.

Ada beberapa jenis peraturan, diantaranya pot-potan dan banbanan atau jarum-jaruman. Namun, ide dasarnya sama yaitu mengarahkan kelereng penembak menuju kelereng target. Untuk pot-potan permainanya adalah membuat gambar persegi yang di antara titik bidangnya diletakkan kelereng kita dan kelereng lawan. Selanjutnya saling mengeluarkan kelereng yang ada dalam persegi tersebut. Dan jika keluar dari persegi maka tersebut akan menjadi hak milik sang penembak. Selain pot-potan ada juga yang lain. Yaitu dengan membuat garis lingkaran dan meletakkan kelereng target dan siapa yang paling banyak
mengeluarkan kelereng target, maka dialah pemenangnya.

Cara Bermain
• Yang paling mendasar dalam permainan kelereng adalah menyiapkan lapangan bermain yang cocok. Bisa menggunakan taman bermain berpasir atau daerah pinggir lapangan biasa. Setiap daerah luar ruangan asal datar akan cocok digunakan sebagai arena permainan kelereng.
• Setelah lapangan telah dibuat, semua pemain perlu kontribusi sejumlah kelereng kecil ke tengah ring. Kelereng ini disusun dengan masing-masing marmer spasi beberapa inci terpisah. Kelereng di ring dianggap sasaran buat setiap penembak.
• Penembak pertama bisa memposisikan kelerengnya di mana saja di sekeliling luar lingkaran. Tujuan dari permainan dasar kelereng ialah buat menjatuhkan kelereng sasaran atau penembak pemain lain benar-benar keluar dari ring tanpa mengirim
penembak Anda sendiri di luar batas.
• Selama penembak terus mengirim kelereng keluar dari ring tanpa kehilangan posisinya atau selalu kena, maka akan bisa giliran terus. Jika penembak gagal buat melumpuhkan kelereng lawan, gilirannya dianggap selesai.
• Sebuah permainan kelereng berakhir ketika semua kelereng telah tersingkir dari ring. Pemain layak menghitung jumlah kelereng yang telah mereka kumpulkan dan satu dengan kelereng yang paling banyak dinyatakan sebagai pemenang dari permainan itu.